Friday, June 12, 2009

Cinta di Rumah Hassan Al-Banna


Assalamualaikum...

“Aku ingin menyampaikan dakwah ini sampai kepada janin di perut ibunya.-Hasan Al-Banna-

For those who have not yet read the book “cinta di rumah hassan al banna”..you should grab one..we can see how ISHAB( imam syahid hassan al banna) way in educating his children.. good for thoose who are/will be/ waiting to be parents.

Anak2 Imam Syahid Hassan Al Banna :

Wafa, Ahmad Saiful Islam, Dr. Tsana, Ir. Roja’, Dr. Istisyhad(yang memburu syahid) & Dr. Halah.

Antara kisah2 buku ini yg boleh aku simpulkan ialah:

Praktik Tarbiyah Hasan Al Banna kepada anak-anaknya.

1. Makan bersama- is a priority

2. Tidak pernah meniggikan suara di dalam rumah

3. Bangunkan Aku Tujuh Menit Lagi………

- Though Imam Syahid Hassan Al Banna is busy but he always make time for those who need him

4. Ayah membawakan bekal ke sekolah( showing concern)

-“Aku ingat, ayah (semoga Allah merahmatinya) biasa membawakan makan pagi ke sekolah taman kanak-kanak, ketika usiaku masih lima tahun. Itu karena perhatiannya kepadaku begitu besar agar aku bisa makan pagi. Ketika itu aku memang sering lupa membawa roti untuk makan pagi ke sekolah, atau mungkin pula makananku diambil oleh teman-teman di sekolah. Ayah sangat berusaha untuk membawakan makan pagi itu setiap hari ke sekolah meskipun aku tahu kesibukannya luar biasa. Tapi beliau tetap tidak melupakan kami…”-

5. “Ayah mempunyai catatan sendiri tentang kebutuhan bulanan rumah kami. Sampai terkait sejumlah bahan makanan yang hanya ada sewaktu waktu saja sesuai musimnya, semisal kacang, zaitun, nasi dan semacamnya, juga termasuk dalam catatan kebutuhan ayah. Ayah memantau baik kapan musim-musimnya tiba dan membelinya untuk kami di rumah.Itu karena ayah tahu, Ibu sangat sibuk mengurus rumah.”

6. Love and softness

“Ayah (semoga Allah merahmatinya) sangat lembut perasaannya. Beliau sangat memelihara perasaan anak-anak dengan begitu berhati-hati. Beliau mempunyai kemampuan yang menjadikan kami menurut tanpa memerlukan perintah untuk mentaatinya. Kami menganggap beliau mempunyai wibawa yang sedemikian besar yang menjadikan kami senang mengikuti keinginannya dan tidak mau melawannya.”

7. There are pocket money for daily, weekly and monthly

-al banna beri duit yang secukupnya untuk mendidik anaknya turut menginfak.“Ayah memberi kami sepuluh ma’adin untuk kami infaqkan seluruhnya setiap hari Jum’at setelah shalat jum’at. Ayah tak pernah lupa dengan kebiasaan ini. Demikianlah aku jadi mengerti setelah itu, bahwa ternyata ayah mengirim salah seorang ikhwan untuk memata-matai aku bagaimana aku menginfaqkan seluruh uang pemberiannya itu, sehingga ayah merasa tenang dengan penggunaan uang yang dipercayakan kepada aku.”

8. Nilai hidup pada keimanan

9. Menasihati secara tidak langsung

There are more interesting stories..to find out more? grab one……….it just a 38 pages..it won’t take ur time much..but there a many values to be collected…….

Wallahu a'lam.


4 comments:

luqman on June 20, 2009 at 7:28 AM said...

aku ada buku ni kat rumah.

Mohd Hafizi b Haji Abdul Rahman on June 23, 2009 at 6:42 AM said...

bagus3x..ko dh hbs bace ke buku ni???hehe

luqman on June 24, 2009 at 3:44 PM said...

tak bace pun.

Mohd Hafizi b Haji Abdul Rahman on June 24, 2009 at 3:50 PM said...

ceh..ingtkan dh bace..hehe.pila bace.
quite interesting gak buku ni..ymbh2 lg bg org yg dh nk prepare utk menempuh alam rumah tangga..hehe

 

Re-Engineering of Islamic Life Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal